Back to blog

Susah konsentrasi dan gangguan daya ingat karena depresi

18 April 2016 - Posted in depresi Posted by:

Kita hampir selesai. Ini gejala depresi kedelapan dari sembilan yang dibahas secara mendalam. Sebelumnya:
mati rasa
mood depresi
gelisah dan melambat
perubahan berat badan
gangguan tidur
ga berenergi
rasa bersalah dan tidak berharga

Tidak banyak yang mengetahui bahwa depresi ga hanya mengakibatkan gangguan pikiran dan emosi, tetapi juga mengganggu fungsi tubuh. Gangguan kognisi yang disebabkan oleh depresi bahkan lebih jarang lagi dibahas.

Penelitian mengungkapkan bahwa kecepatan memproses informasi terganggu pada penderita depresi. Banyak area di otak yang terlibat dalam penyusunan dan pemulihan ingatan. Penyimpangan yang terjadi pada area-area ini, termasuk yang disebabkan depresi, dapat mempengaruhi kemampuan memproses memori dan mempengaruhi kemampuan berkonsentrasi.

Gangguan kognisi karena depresi pada awalnya mungkin ringan, tapi jika dibiarkan dapat mengganggu, seperti berikut ini:

  • saya sulit untuk fokus, misalkan baca buku. sambil baca buku pikiran saya melayang-layang memikirkan hal yang lain, hasilnya baca buku jadi lebih lambat dan kurang memahami apa yang baru saja dibaca
  • sering ga memperhatikan apa yang teman saya bilang, seperti ngelamun atau teralihkan pikirannya
  • kalau disekitar banyak yang terjadi, saya susah fokus mengerjakan pekerjaan saya. misalnya dibelakang rumah suka ada anak kecil yang kumpul dan maen, ribut pokoknya. Itu bikin saya susah meskipun cuma sekedar bersih-bersih kamar
  • Hasilnya, jangan harap multitasking. Bisa mengerjakan satu hal dengan baik saja udah bagus.
  • Dan jangan salah, cuma sekedar nonton film saja jadi butuh tenaga ekstra. Karena harus konsentrasi.
  • Saat mengajar saya banyak memotong waktu, sehingga yang seharusnya selesai dalam waktu 5 jam jadi selesai dalam 3 jam. Yang seharusnya selesai 3 jam jadi selesai 2 jam.
  • Ini yang bahaya, kadang suka ngelamun kalau naik motor. Masih serasa di Swedia jadi saya ambil jalur kanan. Kalau diklakson orang lain, saya ngerasa saya yang bener. Udah beberapa lama, baru nyadar kalau saya salah.
  • Dari cerita teman saya, kerjaan jadi terganggu. Seringkali pekerjaan tidak selesai, atau jika selesai pun hasilnya jelek. Disini teman saya merasa ini adalah kegagalannya dalam bekerja, padahal ini adalah gejala depresi.
  • Depresi membuat seseorang pelupa. Saya berkali-kali meninggalkan kunci motor tergantung di motor. Terkadang baru nyadar kunci ga ada di saku pas mau pulang pake motor. Untungnya kunci motor berkali-kali diselamatkan tukang parkir atau masih tergantung di motornya.

Berdasarkan banyak penelitian, area hipokampus pada penderita menyempit. Ini sering dikaitkan dengan gangguan kognisi pada depresi. Penyempitan ini dapat dicegah (atau dikembalikan) kalau depresi ditangani dengan cepat. Menurut penelitian jika sering terjadi relapse, penyempitan ini sukar disembuhkan sehingga pemulihan gangguan kognisi juga menjadi sangat sulit.

Bagaimana mengatasi gangguan kognisi ini?
Jangan multitasking. Selesaikan pekerjaan satu persatu. Mungkin akan ada beberapa pekerjaan yang tidak selesai karena penderita depresi butuh tenaga ekstra untuk menyelesaikan pekerjaan. Mungkin ada beberapa pekerjaan yang tidak selesai, tapi ini lebih baik daripada tidak ada satupun yang selesai. Oh iya, jangan multitasking ini termasuk untuk hal yang sederhana. Misalnya bekerja sambil ngobrol. Lebih baik selesaikan dulu ngobrolnya, baru kerjakan yang lain.

Manfaatkan gadget. Saya biasa membuat “to do list” untuk satu minggu dengan sangat detil. Janganlupa dicoret kalau sudah selesai. Ini membantu saya untuk fokus menyelesaikan pekerjaan satu per satu. Selain itu, ini juga membantu untuk mengapresiasi diri ketika beberapa pekerjaan telah diselesaikan.

Jangan terlalu menyalahkan diri saat pekerjaan tidak selesai atau tidak sesuai dengan yang ingin dicapai. Ini karena depresi. Bukan karena kamu ga kompeten. Sebaliknya, cari hal-hal yang berhasil kamu lakukan dan hargai diri sendiri.

2 Comments

upa 2 years ago

Keren

Reply

Taslim Subang 8 months ago

Makasih

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *