Halo,

selamat datang di catatan Endri

bantos institute

Memasuki 2017, saya semakin sulit menjalankan peran memberikan support kepada sesama penderita mental illness. Setidaknya hingga akhir oktober saya akan sering bepergian ke berbagai daerah hingga pedalaman. Atau bahkan mungkin sampai akhir tahun. Dalam satu kali perjalanan bisa hingga 2 minggu. Di daerah saya tidak selalu bisa mengakses internet, atau bahkan sinyal telepon. Terkadang listrik […]

Saya bisa menjadi teman kamu

Semalam saya share blog saya di grup para penerima beasiswa LPDP. Sebenernya sudah lama punya rencana itu, tapi masih ga pede. Ntar dikira cari sensasi pula. Tapi semalam ada pemicunya. Orang yang saya kenal sedang suicidal. Sama seperti orang-orang suicidal lainnya, dari luar tampak baik-baik saja. Mirip kayak saya dulu gitu lah. Saya ga pede […]

Kenapa kita takut mati?

Sudah lama ga nulis. Banyak pula yang menanyakan kenapa saya berhenti menulis. Apakah saya baik-baik saja. Apakah saya kambuh. Atau apakah saya masih hidup. 🙂 Sebetulnya banyak yang ingin saya tulis. Entah berapa kali saya berencana duduk didepan laptop untuk mulai menulis. Tapi baru beberapa kalimat langsung ga tau mau nulis apa lagi. Setelah sekian […]

Hari raya dan Depresi

Hari raya seharusnya menjadi saat paling membahagiakan sepanjang tahun, sebuah kesempatan untuk berpesta bersama keluarga dan teman. Tapi, berdasarkan “depkes”nya Amerika, hari raya merupakan puncak terjadinya depresi dan bunuh diri. Mengapa seperti itu? Hari raya diidentikan dengan pesta dan aktivitas sosial yang sempurna, suatu hal yang amat ditakuti oleh penderita depresi. Hari raya yang lalu […]

Bagaimana caranya berbicara tentang gangguan jiwa?

Kalau kamu pernah membaca tulisan-tulisan saya yang lain, kamu pasti tau kenapa saya tidak menyembunyikan gangguan jiwa saya. Awalnya karena saya tidak perduli lagi atas apa yang akan terjadi pada saya. Istilahnya masa bodo, hidup gw udah hancur. Hidup gw ga akan bisa lebih hancur dari saat itu. Tapi ternyata terbuka tentang apa yang saya […]