Halo,

selamat datang di catatan Endri

Cerita kami tentang depresi

Saya membutuhkan waktu dua minggu untuk akhirnya mem-publish blog pertama saya tentang depresi. Berulang kali saya login, baca kembali tulisan saya, lalu berpikir kembali. Buat apa saya membagi cerita depresi saya? Buat apa saya menyebarkan aib saya sendiri? Bagaimana kalau kemudian orang-orang takut dengan saya, lalu menjauhi saya? Saya yang sudah tidak punya teman ini […]

Empat hari tanpa tidur, tanpa kantuk, tanpa rasa lelah

Setelah mama saya pulang dari rumah sakit, satu minggu sejak kepulangan saya ke Indonesia, saya dipaksa menemui seorang psikiater bersama mama dan kakak. Saya amat tidak nyaman menunggu di ruang tunggu bersama puluhan orang lainnya. Salah satu pasien di ruang tunggu mengenali saya, dan tahu bahwa saya dokter. Ingin rasanya mengenakan topeng. Saya mulai bisa […]

Stigma sosial depresi

Selain harus berjuang melawan depresi, saya juga harus menghadapi persepsi orang lain tentang depresi, terutama orang-orang terdekat. Orang-orang selalu menyebutkan tentang pendidikan saya sebagai dokter dan S2 lulusan luar negeri. Pada awalnya malah banyak yang berusaha meyakinkan saya bahwa saya baik-baik saja, bahwa luka dan kesedihan yang saya alami adalah sementara dan akan segera membaik. Saya […]

Saat niat baik malah membuat saya makin depresi

Sangat sulit berada di dekat saya saat saya sedang depresi. Suasana hati saya yang suram, tanpa semangat, dan penuh dengan pikiran negatif bisa mempengaruhi orang sekitar saya. Saya tidak perduli lagi dengan apapun, termasuk kehidupan. Beberapa teman saya tidak ada kabarnya lagi semenjak saya depresi. Bukan salah mereka, inilah depresi. Coba tanyakan saja pada kedua […]

I have depression

I suffer from depression I was tough I’m not anymore medical doctor and master degree useless used to help others helpless loved to cook motionless failure joyless hopeless purposeless loveless the drugs don’t work I suffer from depression